Kebiasaan saat lajang mungkin memang sangat menyenangkan dan sulit untuk ditinggalkan begitu saja bagi orang yang baru saja menikah. Kebiasaan ini kadang masih melekat dan menjadi menu wajib untuk dilakukan bersama pasangan.

kebiasaan lajang vs sudah menikah suami istri anak

Akan tetapi yang perlu diingat adalah bahwa sebuah kehidupan setelah menikah jauh berbeda dengan kehidupan sebelum menikah atau ketika masih lajang. Bagi seorang lajang dia berpikiran bebas tanpa ada yang membatasi sehingga sering kali melakukan hobinya untuk kesenangan diri sendiri.

Berbeda dengan kehidupan setelah menikah yang tidak lagi menyenangkan diri sendiri, masih ada istri dan anak yang harus ikut berbahagia di dalamnya. Oleh karena itulah beberapa hobi atau kebiasaan ketika masih lajang harus mulai dikurangi untuk menata hidup lebih baik bersama keluarga barunya.

Masalah yang sering menjadi awal tantangan setiap insan yang baru saja menikah adalah masalah ekonomi. Apalagi jika dari awal sudah memutuskan untuk berpisah dengan orang tua maka kebutuhan finansial harus benar-benar dipersiapkan dengan matang.

Tak terhitung lagi jumlah pasangan yang menyerah dengan masalah ekonomi di awal tahun pernikahannya. Bagi orang yang tak bisa meninggalkan kebiasaan masa lajangnya sering kali menambah masalah ekonomi tersebut sehingga perjalanan pernikahannya menjadi lebih sulit.

Oleh karena itulah ada baiknya untuk mengurangi bahkan meninggalkan beberapa kebiasaan saat lajang baik dari pihak istri maupun suami sehingga bisa lebih berhemat dalam masalah keuangannya.

Berikut adalah beberapa kebiasaan saat lajang yang mungkin saja harus sedikit dikurangi demi kestabilan ekonomi pasca menikah.

Traveling

Siapa sih yang tak suka traveling? Siapa sih yang menolak kalau diajak traveling? Apalagi ke tempat-tempat yang jauh dan belum pernah kita kunjungi, tentu saja berapapun biayanya kita akan rela mengeluarkan uang untuk pergi traveling. Pergi traveling memang tak ada salahnya jika kita lakukan saat masih lajang, tapi stop! Sebaiknya kita pertimbangkan berulang kali jika ingin mempertahankan hobi itu setelah menikah.

Hobi traveling setelah menikah sama dengan menghambat kestabilan ekonomi rumah tangga. Mengapa biasa begitu? Baiklah, mari kita rinci satu persatu berapa biaya yang akan kita keluarkan sebatas berlibur ke bali saja. Untuk transportasinya saja paling tidak akan menghabiskan uang 500-700 ribu rupiah, biaya penginapan plus makan selama 2 hari sudah menghabiskan kurang lebih 2 juta rupiah.

Bayangkan sudah hampir 3 juta lebih untuk satu orang hanya itu transportasi, penginapan dan makan. Itu belum termasuk biaya kuliner, tiket tempat wisata dan oleh-oleh saudara dirumah. Nah, mungkin semasa lajang kita bisa dengan mudah mengeluarkan uang sebesar itu karena kita tidak punya tanggungan lain selain diri sendiri. Tetapi hal itu akan berbeda jika kita sudah menikah, keuangan yang kita miliki sudah bukan lagi milik kita pribadi.

Para pria akan menjadi suami yang otomatis seluruh pendapatannya akan menjadi sumber dana rumah tangga sepenuhnya. Sedangkan para wanita akan menjadi istri dan ibu yang meskipun uangnya tidak sepenuhnya dikeluarkan untuk kebutuhan rumah tangga tetap saja ada anak dan kebutuhan rumah tangga lainya yang harus kita penuhi sendiri.

Nongkrong Bersama Teman

Kebiasaan kedua yang harus benar-benar dikurangi setelah menikah adalah nongkrong. Hmm.. nongkrong memang menyenangkan, kumpul-kumpul bersama teman di cafe dan bergiliran mentraktir teman-teman dekat. Kalau sudah diposisi seperti itu kita tidak akan bisa mengontrol lagi nih uang yang keluar berapa banyak.

Apalagi di depan teman-teman biasanya rasa gengsi akan mengalahkan segalanya. Kalau kita masih sendiri hal itu tidak menjadi masalah, tetapi kalau sudah menikah, coba bayangkan bagaimana wajah istri yang cemberut dengan muka merahnya jika tahu suaminya menghambur-menghamburkan uang bersama teman-temanya sementara beras dan gas dirumah sudah habis, kita harus extra berhemat! hehe.

Wisata Kuliner

Nah, kebiasaan satu ini juga menggiurkan, membahagiakan tapi pastinya super duper boros. Melihat jajanan yang aromanya menggoda rasanya tak tahan untuk tidak membelinya. Terlebih melihat banyaknya jenis jajanan di luar sana hmm.. anda pasti tidak akan menghitung seberapa mahal harga jajanan tersebut langsung saja beli demi memenuhi rasa penasaran dan rasa lapar.

Belum lagi jika itu jajanan kekinian, tak afdol rasanya kalau belum memampang foto jajanan kekinian di akun instagram kan? Hehe tapi ingatlah lagi, lakukan itu sebelum anda menikah karena setelah menikah, membeli susu si kecil akan jauh lebih penting dibanding jajanan kekinian.

Shopping Pribadi

Shopping? Waww.. tidak akan ada yang bisa menolak tawaran untuk shopping terutama wanita. Masuk mall sekali saja pasti sudah puluhan barang siap di borong dan biasanya ini bukan karena butuh tetapi karena lapar mata, parahnya kita bisa rela berhutang dengan karti kredit demi kesenangan fana ini.

Karena ini lucu, karena itu warna favorit, karena lagi diskon dan masih banyak lagi alasan lainya yang membuat uang terus mengalir keluar dan gaji bulanan akan segera terkuras habis. Setelah menikah, shopping tanpa membawa daftar kebutuhan penting dan pokok pantang untuk dilakukan.

Karena kebutuhan kita bukan hanya di belanja dan barang-barang saja. Ingatlah bahwa bayar listrik, bayar jasa keamanan, sampah, air dan yang lainya sudah menunggu.

Hehe, bagaimana? Apakah sudah terbayang bagaimana kita benar-benar harus berubah dan melupakan kebiasaan-kebiasaan manis semasa lajang setelah menikah? Tapi jangan terlalu bersedih dan mengurungkan keinginan anda untuk menikah, kebiasaan-kebiasaan manis yang biasa kita nikmati sendiri saja akan tergantikan dengan menghabiskan saat-saat berkumpul bersama keluarga.

Kita tetap bisa traveling, kuliner, shopping hanya saja tidak berlebihan dan dilakukan jika memang ada dana kosong yang tidak terpakai. Percayalah menikah jauh lebih menyenangkan dan seru dibandingkan saat kita sendirian meskipun kita harus mengurangi kebiasaan saat lajang.