Dewasa ini kebutuhan manusia semakin bertambah dan membuat mereka selalu berpikir dengan cara apa memenuhinya. Mungkin Anda salah satu yang tengah dipusingkan dengan hal ini.

pinjaman kredit uang

Yang paling umum terjadi ialah pada kasus mobilitas manusia untuk melaksanakan kegiatan sehari-harinya. Hampir semua manusia membutuhkan sarana transportasi, baik karena tuntutan profesi maupun karena kebutuhan keluarga.

Namun, mewujudkan hal ini bukanlah semudah membalikkan telapak tangan, mobil tidak serta merta jatuh dari langit berkat doa Anda. Melainkan dibutuhkan usaha lainnya untuk bisa berhasil mencapai keinginan tersebut.

Akan menjadi sebuah hal sepele bagi Anda yang memiliki biaya lebih, namun bagaimana nasib mereka yang tidak memiliki dana maupun yang dananya masih terbatas.

Apakah mungkin mereka bisa mendapatkan mobil impian untuk memenuhi tuntutan profesi maupun untuk membahagiakan keluarganya? Tentu saja ada, dengan hadirnya perusahaan pemberi pinjaman uang bagi masyarakat. Kini segala kebutuhan dan keinginan masyarakat bisa diwujudkan dengan mudah melalui perantara perusahaan pembiayaan atau pemberi pinjaman. Pinjaman yang diberikan pada dasarnya bisa berupa pinjaman konsumtif dan pinjaman produktif.

Kehadiran perusahaan pemberi pinjaman uang di tengah masyarakat memungkinkan Anda dan masyarakat lainnya untuk dapat melakukan pembelian barang secara cicilan sehingga memudahkan semua orang untuk memenuhi kebutuhan konsumtifnya.

Pinjaman uang untuk kegiatan produktif jelas sangat didorong bahkan sangat di dukung oleh pemerintah. Maklum saja, pembiayaan di sektor ini tentu akan membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dalam negara serta membuat seluruh elemen masyarakat meraih kesejahteraan sosial dengan mudah dan akan terus berkembang secara berkelanjutan.

Namun, apa yang terjadi dengan pemberian pinjaman uang untuk kegiatan konsumtif? Apakah ini surga atau malah neraka bagi para konsumen atau masyarakat?

Perusahaan Pemberi Pinjaman Uang, Baik Atau Buruk?

Ini menjadi salah satu pertanyaan penting yang sering didebatkan oleh banyak masyarakat, baik kalangan praktisi, akademisi hingga masyarakat biasa.

Apakah sebuah perusahaan pemberi pinjaman bisa dikatakan solusi tepat bagi kehidupan masyarakat yang sedang diimpit masalah ekonomi, atau malah sebagai belenggu rantai yang akan mengikat paksa para peminjam di kemudian hari hingga mati terdesak akibat tidak bisa melepaskan diri? Membayar hutang secara disiplin merupakan hal berat bagi sebagian orang di dunia.

Seperti yang diketahui, kehadiran perusahaan pemberi pinjaman membangkitkan budaya pola hidup konsumtif di kalangan masyarakat. Lembaga pembiayaan yang semula hanya sebagai wadah penyelesaian masalah ekonomi malah menjadi bumerang mengerikan yang akan menghancurkan para peminjamnya di kemudian hari.

Kebutuhan manusia tidak akan pernah tercukupi, dimana mereka selalu ingin lebih dan lebih. Tidak ada yang bisa memungkiri hal ini karena manusia hanyalah makhluk lemah yang kerap ceroboh menuruti nafsu dunianya.

Sehingga tidak heran, saat seseorang yang mengambil pinjaman uang di perusahaan pembiayaan malah ceroboh membelanjakan uang pinjaman untuk memenuhi perilaku konsumtifnya saja. Salah satu penyebab utama yang menimbulkan hal ini ialah akibat masyarakat yang belum bisa memahami fungsi sebenarnya dari perusahaan pemberi pinjaman uang dengan benar. Ujung-ujungnya terikat hutang dan mustahil untuk berhemat untuk tabungan masa depan.

Pada dasarnya, perusahaan pemberi pinjaman berfungsi sebagai alternatif pembiayaan masyarakat untuk memberi layanan keuangan guna pembelian barang atau sesuatu yang dibutuhkan.

Namun, kata “alternatif” seakan-akan malah luput dari penglihatan yang membuat anggapan tentang perusahaan pemberi pinjaman uang sebagai akses untuk melakukan berbagai macam kredit semakin marak tertanam dalam benak banyak orang.

Tidak peduli penting atau tidaknya sebuah barang, masyarakat dengan pola perilaku konsumtif ini akan senantiasa mengutamakan keinginannya dibandingkan kebutuhan dharuriyatnya. Padahal nyatanya perilaku konsumtif yang tertanam pada diri seseorang jelas mencerminkan jika orang tersebut menjadi teman karibnya para setan. Semoga Anda bukan salah satunya.

‘Perilaku Konsumtif’ Dampak BurukPertumbuhan Perusahaan Pemberi Pinjaman Uang

Kesalahan persepsi tersebut menjadi salah satu faktor terpenting yang memicu masyarakat menjadi sangat loyal untuk mengambil pinjaman uang dari perusahaan pemberi pinjaman. Ajaran agama untuk menghindari perilaku berlebih-lebihan dan mubazir malah di pandang remeh dan tidak dipedulikan.

Padahal nyatanya, itulah batas untuk menjaga dan melindungi manusia itu sendiri dari segala hal merugikan di waktu yang akan datang. Terdapat banyak dampak buruk yang diberikan oleh pertumbuhan perusahaan pemberi pinjaman uang yang semakin marak saat ini.

Berikut ulasan lengkapnya untuk Anda sebagai sebuah informasi dan pengetahuan tentang bahayanya mengambil pinjaman uang dari perusahaan pembiayaan tanpa mengontrol dan mengendalikan diri.

• Denda

Ya, hal pertama yang akan dirasakan ialah keharusan membayar denda. Hampir semua peminjam selalu dikenakan denda dan dikejar-kejar oleh para penagih hutang setiap waktu. Setiap bulannya, para peminjam akan diharuskan membayar angsuran dan harus dilakukan tepat waktu. Apabila ada nasabah peminjam yang tidak bisa memenuhi ketentuan ini, maka jelas mereka akan dikenakan denda yang akan terus berlipat dan diakumulasikan hingga mereka mampu dan sanggup membayar angsurannya. Hampir semua peminjam yang berperilaku konsumtif akan dibelenggu dengan hutan plus denda tak berujung yang harus dilunasinya kelak.

• Penyitaan

Perusahaan pemberi pinjaman juga akan mengambil langkah penyitaan terhadap peminjam yang tidak melakukan pembayaran cicilan secara tepat waktu. Pada awalnya denda yang dijadikan sanksi hukuman, namun pada tahap selanjutnya Anda akan dikenakan status kredit macet dan mengharuskan penyitaan terhadap beberapa barang elektronik Anda. Sisi buruk maraknya pertumbuhan perusahaan pemberi pinjaman uang bagi masyarakat wajib dimengerti dan dipahami dengan baik. Sudah miskin buntung pula, tentunya ini merupakan hal yang wajib Anda hindari sejak dini bukan? It’s up to you 🙂