Saatnya belajar investasi dengan membeli sebuah properti, yeay!! Jangan ngutang aja ya..

Ketika Anda ingin berinvestasi di bidang properti, dibutuhkan uang yang cukup banyak untuk mendapatkan properti yang sesuai dengan keinginan, dengan berhemat Anda bisa mendapatkannya, asal disiplin!

Namun demikian, ketika Anda ingin mendapatkan properti idaman, salah satu jalan keluar yang terpikirkan adalah meminjam uang ke lembaga keuangan seperti bank. Berikut adalah beberapa alasan yang sering ditemukan saat seseorang meminjam uang demi berinvestasi di dunia properti.

1. Kepemilikan dana yang selalu terbatas

Sebanyak apapun dana yang sekarang ini sudah Anda coba untuk dialokasikan ke bidang properti tetap saja akan terasa kurang. Hal ini karena kebutuhan yang akan Anda perlukan selain properti juga akan semakin tinggi.

Itu sebabnya sebanyak apapun dana yang sudah dicoba untuk disisihkan secara tidak sengaja pasti akan teralokasikan juga untuk keperluan lain yang sama pentingnya untuk kehidupan pribadi.

2. Jarang ada keluarga atau sahabat yang akan meminjamkan uang

Ketika Anda menyatakan pada pihak keluarga atau teman dekat tentang keinginan untuk membeli rumah dan berharap mendapat pinjaman, sangat jarang ada pihak keluarga atau teman yang akan langsung setuju menjamin kebutuhan maupun meminjamkan uang.

Hal ini karena investasi rumah akan membutuhkan dana yang sangat besar. Pada prakteknya, pihak keluarga atau teman yang dituju juga harus memikirkan kebutuhan yang dimiliki sebelum benar-benar membantu investasi Anda terkait pembelian rumah.

3. Enggan memakai uang sendiri

Ketika berniat memiliki rumah, investasi dengan uang pribadi lebih beresiko daripada memakai dana bank. Itu sebabnya, banyak orang yang ingin membeli rumah akhirnya lebih memilih meminjam uang bank atau lembaga keuangan lain dengan sistem KPR.

4. Meminimalisir resiko kerugian yang mungkin terjadi

Ketika Anda berniat membeli rumah untuk investasi jangka panjang melalui sistem pinjam bank, secara tidak langsung Anda juga meminimalisir resiko yang mungkin terjadi ketika rumah Anda mengalami resiko seperti rusak karena bencana alam atau tindakan pencurian. Hal ini karena saat membeli rumah dengan sistem pinjaman, ada asuransi jiwa yang akan ditawarkan sekaligus dengan asuransi aset yang bisa diambil untuk meminimalisir resiko kerugian jangka panjang.

Namun demikian, selain alasan diatas, saat meminjam uang untuk membeli rumah, ini baik buruknya yang perlu Anda tahu.

Tingkat Cash on Cash Return yang sangat tinggi

Cash on Cash Return adalah tingkat pengembalian modal yang sangat tinggi dengan tingkat resiko kerugian yang minim. Dengan adanya sistem ini, Anda hanya perlu membayar uang muka untuk membeli rumah dengan nilai yang tidak terlalu besar, namun hasil pinjaman yang didapat bisa digunakan untuk renovasi atau pembiayaan lain.

Nilai leveragenya tinggi

Ketika Anda berniat membeli rumah untuk dijual kembali sebagai investasi jangka panjang. Meminjam uang di bank atau lembaga keuangan lain akan terasa menguntungkan karena nilai leveragenya tinggi. Nilai leverage ini bisa dianggap sebagai selisih harga yang jauh lebih besar saat menjual rumah. Sebagai contoh saat Anda membeli rumah yang awalnya hanya benilai 400 juta Rupiah dan setahun kemudian sudah bernilai 600 juta Rupiah.

Pembiayaan properti jangka waktunya panjang dengan cicilan terjangkau

Jika Anda perhatikan, tidak ada jangka waktu pinjaman yang lebih panjang daripada pinjaman untuk pembelian rumah. Hal ini karena nilai investasi rumah umumnya juga dihitung dalam jangka panjang. Dengan bunga yang relatif tetap, orang yang mengajukan pinjaman bisa memilih masa tenor pembayaran cicilan sesuai dengan kemampuan ekonomi yang dimilikinya.

Bebas dari sengketa atau penipuan surat ganda

Ketika Anda berniat berinvestasi dalam bidang properti dengan membeli rumah, mengajukan pinjaman pada lembaga keuangan resmi seperti bank akan menjamin Anda terbebas dari sengketa atau penipuan karena adanya surat kepemilikan ganda.

Hal ini karena pada saat seseorang mengajukan permohonan pinjam dana, pihak bank akan melakukan survey dan verifikasi lengkap sebelum menyatakan orang yang bersangkutan layak menerima pinjaman.

Namun demikian, selain manfaat diatas, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika Anda berniat mengajukan pinjaman, agar tidak ada resiko pinjam dana yang dialami, seperti:

1. Kredibilitas lembaga keuangan

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kredibilitas lembaga keuangan yang bersangkutan. Hal ini karena semakin profesional lembaga yang dituju, layanan yang diberikan akan semakin terlihat profesional. Kredibilitas ini umumnya bisa dilihat dari jumlah klien yang sudah pernah mengajukan pinjaman, tingkat keberhasilan nasabah untuk mendapat pinjaman saat pengajuan, lama lembaga berdiri, dan aspek lainnya.

2. Persyaratan pengajuan

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah persyaratan pengajuan yang perlu Anda berikan sebagai pihak peminjam. Hal ini untuk meminimalisir resiko poertanggungjawaban yang akan dibebankan pada Anda ketika terjadi masalah selama pembayaran angsuran. Secara umum jika yang mengajukan adalah pasangan suami istri yang keduanya bekerja, persyaratan akan meliputi bukti nikah, bukti identitas, slip gaji gabungan, dan beberapa hal lainnya.

3. Klausul perjanjian

Ketika ingin mendapatkan rumah dengan meminjam uang bank terlebih dahulu, pastikan klausul perjanjian yang akan ditandatangani agar tidak ada masalah di kemudian hari. Penelitian akan klausul perjanjian juga membuat Anda tenang selama masa tenor berjalan.

4. Tingkat bunga yang dibebankan

Ketika Anda meminjam uang melalui bank untuk membeli rumah, satu hal yang perlu diwaspadai adalah tingkat bunga yang dibebankan pada angsuran setiap bulan. Tingkat bunga yang terlalu besar bisa jadi membahayakan Anda dalam membayar cicilan karena secara tidak langsung Anda harus mengorbankan beberapa keperluan penting agar tidak terkena denda saat sudah jatuh tempo bayar.